<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gav's Weblog</title>
	<atom:link href="http://padaidi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://padaidi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Mar 2009 02:25:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='padaidi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gav's Weblog</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://padaidi.wordpress.com/osd.xml" title="Gav&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://padaidi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENDIDIK ISTRI DENGAN CINTA</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/25/mendidik-istri-dengan-cinta/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/25/mendidik-istri-dengan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 01:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/2009/03/25/mendidik-istri-dengan-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Wuiiiiih, yang sedang senag-senangnya jadi pengantin baru. Segalanya mesra, segala indah dan segalanya membahagiakan. Cukupkah sampai di situ perjalanan rumah tangga? Tidak, minggu pertama masing-masing tabi&#8217;at belum juga diketahui. Lihat beberapa bulan demi bulan yang jika Allah Ta&#8217;ala berkehendak memeberinya umur. Akan ada yang dikecewakan, akan ada yang menyakitkan dan akan ada segala jenis persoalan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=45&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wuiiiiih, yang sedang senag-senangnya jadi pengantin baru. Segalanya mesra, segala indah dan segalanya membahagiakan. Cukupkah sampai di situ perjalanan rumah tangga? Tidak, minggu pertama masing-masing tabi&#8217;at belum juga diketahui. Lihat beberapa bulan demi bulan yang jika Allah Ta&#8217;ala berkehendak memeberinya umur. Akan ada yang dikecewakan, akan ada yang menyakitkan dan akan ada segala jenis persoalan.</p>
<p>Saatnya kembali kepada tujuan awal pernikahan. Orang akan mengatakan bahwa pernikahan adalah membentuk keluarga yang mawaddah warahmah. Tidak mudah untuk mewujudkannya memang, perlu kerja keras, perhatian dan seganap cinta yang melunakkan disetiap pertikaian yang akan melintasi. Cinta dan cinta, dalam urusan keduniaan atau bahkan urusan agamapun cinta menjadi bagian yang berperan. Tidak terkecuali seorang suami ketika menjadi seorang pemimpin bagi istrinya, yang akan menjadikan istri-istrinya patuh dan tunduk pada syari&#8217;at Islam.</p>
<p>Membahagiakan memang punya istri cantik, shalihah, dan mempesona dalam setiap keadaan untuk dilihat suaminya. Siapa yang mau?, tentunya para suami. Mendidik dengan cinta, tentunya bagi suami yang akan menjadikan istrinya shalihah harus memilihi segalanya untuk itu. Cinta ekstra, kesabaran ekstra, dan kedewasaan ekstra. Apa lagi yang dimaui dari suami dengan didikan yang matang darinya, maka ketundukan sang istri padanya menjadi kebanggaan tersendiri dari para suami.</p>
<p><strong>Cinta ekstra</strong><br />
Yah cinta dan cinta, yang setiap orang mebicarakannya dari dulu hingga sekarang tak pernah basi dibicarakannya, tak terkecuali Islam agama yang sempurna dan paripurna. Jika dilandasi dengan cinta, seola segala halnya tersulap menjadi indah. Mafhumnya, jika segala halnya dilandasi cinta seperti mendidik istri contohnya, tentu hal demikian sungguh mengasyikkan. Hari-harinya dihiasi dengan kata mesra penuh dengan kesyahduan.</p>
<p>Sedikit berbagi pengalaman(penulis). Pernah suatu hari istri saya ngambek karena suatu masala telah terjadi, beberapa menit lamanya rayuan demi rayun gombal saya keluarkan, ternyata dengan satu cara aku berhasil menjadikan kami berdamai. Mau tahu apa itu?, dengan cara memeluknya dan mencium keningnya dengan mesra sambil berucap &#8216;maafkan bi ya sayank, bi amat sangat sayang Mirza&#8217; dan akhirnya kami pun berdamai. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Kesabaran ekstra</strong><br />
Jika dikatakan kesabaran itu ada batasnya, menurutku adalah angapan yang salah. Bagaimanapun dan keadaan apapun kesabaran harus tetap ada. Sebulan menikah, dimungkinkan segala cela yang ada pada masing-masing pasangan satu-persatu akan terlihat. Yang semula masing-masing pasangan tentunya tidak pernah memperkirakan seperti apa bentuk cela itu. Ada sau hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang hadits itu menjelaskan bahwa jika masing-masing pasangan melihat cela maka hendaknya melihat sisi baik yang lain yang ada pada pasangan tersebut. Tidak dibenarkan kita untuk memukul rata jika cela itu kelihatannya kita akan mengatakan bahwa istri kita begini dan begitu. Tidak saudaraku.</p>
<p><strong>Kedewasaan ekstra</strong><br />
Tuntutan pemecahan masalah diperlukan satu hal yang segalanya mendatangkan maslahat dan meminimalkan mudharat. Tidak memandang permasalahan itu dengan satu titik masalah saja. Istri mengatakan begini dan begitu, hendaknya ketika suami hendak memberi komentar atas apa yang dikemukakan istri dilakukan dengan tidak terbur-buru. Yang mana jika tidak cocok dengan pendapat suami penolakannya tidak menyakitkan bagi istri begitu juga sebaliknya. Sikap dewasa seorang suami belum tentu setiap orang langsung ada secara instan dimilikinya sekalipun ia adalah seorang da&#8217;i. Perlu keadaan dan proses yang panjang.</p>
<p>Hingga akhirnya belajar adalah ahal yang tepat untuk itu. dengan siapapun, sarana apapun dan kapanpun. Tidak ada alasan apapun seseorang untuk menjadikain dirinya terhambat untuk belajar. Tidak terkecuali untyk menjadi suami yang mempunya sikap dewasa yang mana para wanita(baca akhwat) mendambakannya. Yang dalam setiap halnya menjadi kelapangan dada untuk menerima dan menghadapinya (problem rumah tangga).</p>
<p>Kembali sebuah pengalaman pribadi : ketika saya dan istri saya dihadapkan suatu masalah perbedaan pandangan tentang FIQH sesuatu, saya dengan otoriternya mengatakan &#8220;seharusnya begini dan begitu&#8221;, istri sayapun berpendapat berbeda dan itu masuk akal juga bagi saya. Setelah beradu argumen akhirnya mereda, setelah itu istri saya berkata &#8220;bi, saya paham pendapat bi yang benar, tapi caramu itu yang salah. Coba dengarkan dulu pendapatku dengan baik kemudian baru memberikan pendapat dengan bahasa yang tidak &#8216;otoriter&#8217; insya Allah aku akan ngikut&#8221;. Wah bahagia rasanya punya istri yang begitu baik dan kami bertekad entar kalau nyatu, kami akan belajar bareng-bareng mencari ridhoNya. amin</p>
<p>&#8220;Dari beberapa sumber dan pengalaman pribadi&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=45&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/25/mendidik-istri-dengan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SABAR</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/19/sabar/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/19/sabar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 23:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat Coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/2009/03/19/sabar/</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata bukanlah suatu hal yang mudah dalam memahami perasaan hati. Mudah tergoda oleh keadaan-keadaan yang datang. Dalam satu hari perasaan senang bisa berubah menjadi sedih kemudian senang kembali. Berbagai prasangka yang muncul dapat mengubah semuanya. Jika prasangka yang ditanamkan baik, maka baik pula apa yang dirasakan. Namun berlaku sebaliknya, jika prasangka buruk yang muncul, kegelisahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=44&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata bukanlah suatu hal yang mudah dalam memahami perasaan hati. Mudah tergoda oleh keadaan-keadaan yang datang. Dalam satu hari perasaan senang bisa berubah menjadi sedih kemudian senang kembali. Berbagai prasangka yang muncul dapat mengubah semuanya. Jika prasangka yang ditanamkan baik, maka baik pula apa yang dirasakan. Namun berlaku sebaliknya, jika prasangka buruk yang muncul, kegelisahan akan mewarnai hari dan kebahagiaan pun akan sirna dari hati. Semuanya tergantung bagaimana kita dapat mengatur kondisi hati khususnya emosional diri.</p>
<p>Jiwa yang kelihatan tenang bukan berarti dalam keadaan baik. Seperti halnya buah yang tampak cantik dan mulus, ketika dibuka dan dirasa isinya, bukan manis yang terkandung, namun asam penuh ngilu. Begitu juga dengan wajah manusia, di mana kerap disebut sebagai topeng, terkadang terlihat tersenyum manis dan lembut, namun tiada yang tahu jika hatinya menderita atau bahkan menyimpan niat jahat. Bahkan, Malaikat pencatat pun tidak pernah tahu niat atau isi hati manusia, kecuali Sang Pencipta manusia itu sendiri.</p>
<p><span id="more-44"></span></p>
<p>Sabar&#8230; sebuah kata sederhana namun memiliki makna yang dalam dan tidak berarti mudah. Kita sering mendengarkan orang berkata sabar ketika ditimpa musibah atau ketiak berada dalam kondisi marah, namun ternyata sabar tak hanya sebatas itu. Dalam berprasangka pun kita harus menerapkan kata sabar ini. Saat ada peristiwa yang memancing emosional, bisa karena sikap atau sifat atau bahkan kata-kata seseorang, secara sadar atau tidak akan menimbulkan persepsi yang beraneka ragam pada diri kita. Jika persepsi itu positif, senyum tulus akan tetap menghias wajah, namun jika persepsi itu negatif, kegelisahan pun menyelimuti diri. Sehingga, dalam kondisi apapun, sabarlah yang dibutuhkan.</p>
<p>Sikap, sifat ataupun kata-kata seseorang terkadang dapat membuat kita memutuskan harapan, dapat membuat kita berhenti bermimpi. Semua ini dapat membuat kita jatuh dengan berbagai macam dugaan hingga akhirnya kita menghadapi hari dengan wajah yang kusam dan memandang semuanya tidak dengan bijak. Di sinilah kesabaran diperlukan. Cobalah berpikir positif, cobalah memandang dari satu sudut yang berbeda, bukan dari sudut yang akan membuat kita terpuruk, tapi sudut yang dapat membangun semangat kita untuk lebih bangkit lagi.</p>
<p>Sikap, sifat atau kata-kata seseorang yang dapat membuat kita melayang dan bermimpi, bahkan menumbuhkan harapan yang tinggi akan sesuatu, ada baiknya dikendalikan. Tak menutup kemungkinan bahwa itu semua hanyalah sebuah kata yang terlontar hanya untuk menyenangkan kita, dalam arti tidak sebenarnya. Atau mungkin kata itu terlontar karena rasa bahagia yang sedang dia rasakan terhadap orang lain sehingga tanpa sengaja karena rasa yang bergejolak, kata-kata indah itu terucap begitu saja.</p>
<p>Itulah mengapa dikatakan semua tampak hanya sebuah ilusi, wajah hanya sebuah topeng, kata-kata hanya sebuah untaian. Sabar menghadapi apapun, dan ikhlas menerima apapun.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=44&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/19/sabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi dari istriku :)</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/18/puisi-dari-istriku/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/18/puisi-dari-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 23:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat Coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/2009/03/18/puisi-dari-istriku/</guid>
		<description><![CDATA[Semalam ba&#8217;da magrib, hapeku berbunyi truz.. Ternyata istriku ngasi puisi, romantis amat yo hehe&#8230; Ni puisinya Kubisa menjamin hati ini hanya untukmu sekarang Teramat cinta dirimu Tapi bagaimana kuaplikasikan cinta ini? Bagaimana kuungkap syair cintaku lewat kata-kata Sementara tiada kalimat yang mampu mewakili indahnya cintaku padamu  Anugerah terindah yang pernah kumiliki dalam hidup adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=42&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam ba&#8217;da magrib, hapeku berbunyi truz.. Ternyata istriku ngasi puisi, romantis amat yo hehe&#8230; Ni puisinya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   </p>
<p><em></p>
<p>Kubisa menjamin hati ini hanya untukmu sekarang<br />
Teramat cinta dirimu<br />
Tapi bagaimana kuaplikasikan cinta ini?<br />
Bagaimana kuungkap syair cintaku lewat kata-kata<br />
Sementara tiada kalimat yang mampu mewakili indahnya cintaku padamu </p>
<p>Anugerah terindah yang pernah kumiliki dalam hidup adalah dirimu<br />
Tapi mengapa aku tidak bisa bersyukur?<br />
Baik dengan kalimat yang baik, ataupun syukur dengan perbuatan</p>
<p>Bagaimana lagi kuungkapkan dahsyatnya gelora ini<br />
Betapa ingin kuhabiskan waktu yang sebentar ini denganmu<br />
Hanya denganmu, tiada yang lain</p>
<p>Dibalik egoisku,<br />
Dibalik marahku,<br />
Dibalik keras kepalaku,<br />
Dibalik kengeyelanku<br />
Dibalik semua hal negatif tentang diriku…<br />
Kupunya segenap cinta dari hatiku<br />
Yang ingin kupersembahkan hanya untukmu…<br />
Selamanya !!!</p>
<p><span id="more-42"></span></p>
<p>Pelita hidupku…<br />
Kutiada kata hingga teangkai kalimat indah buatmu<br />
Tiada ucapan lembut yang bisa kuutarakan padamu<br />
Hanya sebentuk kekasaran berdaun ikhlas..</p>
<p>Kupunya segudang cinta dari hati<br />
Hingga ketika aku kau tinggalkan<br />
Tiada lagi yang tersisa buat yang lain<br />
Tidak ingin menyakitimu<br />
Berkata kasar padamu<br />
Tidak ingin melihatkan bahwa aku arogan<br />
Tidak ingin menjadi istri pembangkang<br />
Tidak ingin jahat<br />
Sungguh wahai kekasih<br />
Dari hatiku tidak ingin semuanya !</p>
<p>Tapi semua terabaikan ketika nafsu diatas segalanya..<br />
Inilah diriku..<br />
Inilah kehidupanku..<br />
Walau sebenarnya aku harus berubah!!<br />
Harus, demi kamu dan keluarga kecil kita.<br />
Tapi belum bisa…<br />
Sakit ini menjeratku<br />
Sakit ini mengikat dan membelengguku<br />
Sedemikian kencang<br />
Hingga aku bisa lumpuh dan tidak bisa apa-apa lagi</p>
<p>Kubiarkan kau pergi<br />
Kubiarkan kau menjauh<br />
Walau aku akan menjerit memanggilmu !<br />
Untuk tidak meninggalkanku<br />
Tidak pergi dariku selamanya</p>
<p>Terima kasih cinta….<br />
Secuil kata yang kupersembahkan untukmu<br />
Yang selalu menemaniku<br />
Yang selalu bersabar menghadapiku<br />
Merawatku<br />
Mencintaiku<br />
Menyayangiku<br />
Memberi nasehat padaku<br />
Yang tulus mempersembahkan hidupnya<br />
Untuk wanita sepertiku…<br />
Makasih ya Bi :-*</p>
<p>Bersabarlah padaku<br />
Walau aku tidak tahu apakah bisa berubah lebih baik<br />
Dalam waktu mendatang</p>
<p></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=42&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/18/puisi-dari-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari yang membosankan</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/16/hari-yang-membosankan/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/16/hari-yang-membosankan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 01:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat Coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/2009/03/16/hari-yang-membosankan/</guid>
		<description><![CDATA[Wah senin lagi.. 2 minggu lagi.. lho??? maksute? Gajian-gajian hehehe&#8230; Jam menunjukkan pukul 09.45 WIT tapi kok nguantuk banget.. Ya iyalah secara tadi malam bobo jam 03.00 shubuh hiks Biasanya sih jam segini ngobrol ma isteri, tapi dia lagi sibuk, terpaksa deh internetan wae, mana lemot bnget, kerjaan belum ada. LKP nya imam belum kelar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=40&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah senin lagi.. 2 minggu lagi.. lho??? maksute? Gajian-gajian hehehe&#8230; Jam menunjukkan pukul 09.45 WIT tapi kok nguantuk banget.. Ya iyalah secara tadi malam bobo jam 03.00 shubuh hiks <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Biasanya sih jam segini ngobrol ma isteri, tapi dia lagi sibuk, terpaksa deh internetan wae, mana lemot bnget, kerjaan belum ada. LKP nya imam belum kelar, masih nunggu beberapa bank yang belum ngasi LHP nya, yah otomatis beta jadi pengangguran berat wakakakaka&#8230;<br />
Kepikiran mau maen dota tapi komputer yang sekarang beta pake, Ya Allah sama lemotnya dengan internetnya hehe&#8230; Kemaren beta dibantai, duet ma eko vs oscar hero..Agak malu juga sih, soale dulu beta yang ngajarin awal-awal introducing warcraft buat mereka, lha sekarang perkembangnnya pesat banget, tiap hari maen sih sementara beta gak bisa hiks <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> <br />
Pengen pulang aja nih kalo gini, ketemu istri hahaha&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=40&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/16/hari-yang-membosankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rutinitas Harianku</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/13/rutinitas-harianku/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/13/rutinitas-harianku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 02:23:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat Coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/2009/03/13/rutinitas-harianku/</guid>
		<description><![CDATA[05.00 Bangun 05.30 Kemesjid Sholat Shubuh 06.30 Mandi 07.00 Kekantor 07.30 &#8211; 10.00 Internetan, Bengong wakakaka 10.00 &#8211; 11.00 Nyapa Istri.. Suit suit 11.00 Sholat Dhuha&#8230; ehm istri yg nyemangatin sih 11.15 Cetak Laporan Harian 11.15 &#8211; 12.00 Internetan meneh hahaha 12.00 &#8211; 13.00 Cari maem, kadang internetan soale nitip doank hehe 13.00 Sholat Dhuhur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=35&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>05.00  Bangun<br />
05.30  Kemesjid Sholat Shubuh<br />
06.30  Mandi<br />
07.00  Kekantor<br />
07.30 &#8211; 10.00  Internetan, Bengong wakakaka<br />
10.00 &#8211; 11.00  Nyapa Istri.. Suit suit <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
11.00  Sholat Dhuha&#8230; ehm istri yg nyemangatin sih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
11.15  Cetak Laporan Harian<br />
11.15 &#8211; 12.00  Internetan meneh hahaha<br />
12.00 &#8211; 13.00  Cari maem, kadang internetan soale nitip doank hehe<br />
13.00  Sholat Dhuhur di Mushola kantor<br />
13.00 &#8211; 15.00  Susun laporan yang dicetak td, lampirin nota debet bank, SSP trz ngasi si Aria<br />
15.00 &#8211; 17.00  Internetan lagi hahahaha<br />
17.00  Pulang pulang&#8230; absen absen<br />
17.30 &#8211; 18.30  Nonton,kadang nelpon istri ngobatin kangen sekalian nyemangatin beliau<br />
18.45 Ke mesjid sholat magrib+tilawah+murojaah<br />
19.15 cari maem, klo ada nasi masak mie aj atau bikin sarden hahaha..maklum anak kost <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
20.00  Kemesjid Isyaan<br />
20.30 &#8211; 22.00  Smsan ma istri, maklum malam-malam mahal nelp.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
22.00  Turuuuuu  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=35&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/13/rutinitas-harianku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TERUNTUK KEKASIHKU TERCINTA ERISA MIRZALINA SIREGAR</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/13/teruntuk-kekasihku-tercinta-erisa-mirzalina-siregar/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/13/teruntuk-kekasihku-tercinta-erisa-mirzalina-siregar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 01:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat Coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/2009/03/13/teruntuk-kekasihku-tercinta-erisa-mirzalina-siregar/</guid>
		<description><![CDATA[Erisa Mirzalina Siregar Sebuah nama yang tak pernah terbayangkan sebelumnya Namun kini nama itu telah tertancap dalam di direlung hatiku. Tersimpul erat didalam jiwaku Merekat kuat dalam sukmaku. Menggelayut hebat dalam pikiranku Erisa Mirzalina Siregar Seseorang yang kucintai bukan karena rupa dan fisiknya tetapi dengan hati dan ketakwaannya Seseorang yang selalu menjadi sahabat setiaku disetiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=34&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Erisa Mirzalina Siregar<br />
Sebuah nama yang tak pernah terbayangkan sebelumnya<br />
Namun kini nama itu telah tertancap dalam di direlung hatiku.<br />
Tersimpul erat didalam jiwaku<br />
Merekat kuat dalam sukmaku.<br />
Menggelayut hebat dalam pikiranku</p>
<p>Erisa Mirzalina Siregar<br />
Seseorang yang kucintai bukan karena rupa dan fisiknya tetapi dengan hati dan ketakwaannya<br />
Seseorang yang selalu menjadi sahabat setiaku disetiap saat.<br />
Seseorang yang kumerasa menjadi seorang lelaki ketika berada disisinya.<br />
Seseorang yang bukan hanya mncintaiku tapi juga menghormatiku.<br />
Seseorang yang menempatkanku diposisi ke 3 dihatiny setelah Allah dan Rasulnya<br />
Seseorang yang mencintaiNya lebih dari cintanya kepadaku</p>
<p><span id="more-34"></span></p>
<p>Kekasihku..<br />
Kutak pernah mengharap kesempurnaanmu<br />
Karena kesempurnaan adalah kemustahilan bagi seorang hamba<br />
Karena kesempurnaan hanyalah milikNya<br />
Karena kesempurnaan adalah hakNya<br />
Karena hanya Allah Azzawajalla lah Maha Segalanya.</p>
<p>Kekasihku..<br />
Sebuah lampu kehidupan baru sudah terpasang<br />
Bersamamu kita nyalakan dengan aliran energi iman dan ilmu<br />
Sehingga terpancar cahaya takwa menerangi setiap sudut ruangan kehidupan kita<br />
Tak akan pernah padam oleh waktu dengan kekuatan cinta kita</p>
<p>Kekasihku..<br />
Bahtera yang akan kita kayuh penuh dgn riak dn gelombang Siap menghempaskan kita kapan saja<br />
Bersamaku persiapkan dirimu dalam menantang sang badai Sampai kita berlabuh di dermaga cintaNya</p>
<p>Duhai Istriku Tersayang….<br />
Dirimu amanah atasku<br />
Hati ini amanah atasmu<br />
Dengan ikatan suci yang akan kita pertanggungjawabkan dihadapanNya<br />
Tak rugi kau berkorban sebentar<br />
Percayalah janji Allah dengan sebenar-benarnya<br />
Disana Dia menunggumu dengan wajah bercahaya</p>
<p>Duhai Istriku Tersayang….<br />
Buanglah orang lain dihatimu<br />
Jangan hiraukan orang lain dimatamu<br />
Jangan kau kecewakan aku<br />
Peliharalah dirimu dengan rasa malu<br />
Hiasilah dengan pesona akhlak<br />
Tebalkanlah ia dengan ilmu</p>
<p>Yaa Allah..<br />
Berilah hambamu kekuatan<br />
Sehingga dengan ketidaksempurnaannya kubisa membuatnya menjadi sempurna dimataMu<br />
Berilah aku tangan<br />
Yang selalu menengadah bermunajat kepadaMu untuknya disetiap Sholatku</p>
<p>Yaa Allah..<br />
Berilah aku penglihatan<br />
Yang bisa melihat hal-hal yang baik yang ada padanya,bkn hal-hal yang buruk darinya<br />
Berilah aku lisan yang terjaga, Tutur kata yang santun nan lemh lembut<br />
Sehingga drinya snntiasa merekahkan senyuman indhnya untukku..<br />
Sehingga tak ada lagi air mata yang keluar dr mata coklat indahnya<br />
selain air mata kbhgiaan dn rasa syukur kepadaMu</p>
<p>Yaa Allah…<br />
Berilah aku pendengaran<br />
Yang selalu siap mndengar setiap keluh kesah yang keluar dari bibirny<br />
Jadikanlah aku suami dan sahabat yang baik untuknya<br />
Yang mampu memberikan semangat dan dukungan untuknya setip saat..<br />
Jadikanlah aku suami yang bisa menuntunnya<br />
Sehingga dirinya semakin cinta Kepadamu</p>
<p>Yaa Rabb…<br />
Jadikanlah ia isteri sholihah<br />
Calon penghuni Jannah-Mu<br />
Biarkan kami saling mencinta karenaMu</p>
<p>Amin</p>
<p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=34&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/13/teruntuk-kekasihku-tercinta-erisa-mirzalina-siregar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaji PNS/TNI/POLRI dan Pensiun naik 15 % euy</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/07/gaji-pnstnipolri-dan-pensiun-naik-15-euy/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/07/gaji-pnstnipolri-dan-pensiun-naik-15-euy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 05:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat Coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/2009/03/07/gaji-pnstnipolri-dan-pensiun-naik-15-euy/</guid>
		<description><![CDATA[Wah akhirnya yang ditunggu-tunggu para Pegawai Negeri Sipil/TNI/Polri dan Pensiunan seluruh indonesia keluar juga. Sebagaimana diketahui bersama, janji Presiden SBY dalam pidato Nota Keuangan bulan Agustus tahun lalu bahwa tahun 2009 pemerintah akan menaikkan gaji PNS/TNI/Polri dan Pensiun sebesar 15 %. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2009 tentang Perubahan Kesebelas atas Peraturan Pemerintah Nomor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=33&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah akhirnya yang ditunggu-tunggu para Pegawai Negeri Sipil/TNI/Polri dan Pensiunan seluruh indonesia keluar juga. Sebagaimana diketahui bersama, janji Presiden SBY dalam pidato Nota Keuangan bulan Agustus tahun lalu bahwa tahun 2009 pemerintah akan menaikkan gaji PNS/TNI/Polri dan Pensiun sebesar 15 %. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2009 tentang Perubahan Kesebelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota TNI, dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2009 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota POLRI dan Surat Edaran No : SE-05/PB/2009 tentang Penyesuaian Besaran Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. peraturan tersebut dapat anda donwload di situs Departemen Keuangan (www.depkeu.go.id) atau situs Direktorat Jenderal Perbendaharaan (www.perbendaharaan.go.id)</p>
<p>Sebagai salah satu PNS, bersyukur banget gaji naik, maklum tanggungan sudah bertambah satu hehehe&#8230; Semoga tiap tahun pemerintah bisa konsisten menaikkan gaji PNS untuk kesejahteraan PNS tapi harus dibarengi dengan kerja profesional dan bebas KKN tentunya.. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=33&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/07/gaji-pnstnipolri-dan-pensiun-naik-15-euy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harapan Seorang Suami</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/07/harapan-seorang-suami/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/07/harapan-seorang-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 04:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat Coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[2 hari telah berlalu, masih teringat terakhir kumelambaikan tangan kearahmu dibalik pintu ruang keberangkatan Adi Sucipto. kumelangkahkan kakiku dengan penuh kesedihan, berusaha terlihat tegar dihadapanmu walau sungguh terasa amat berat meninggalkanmu, takut kesepian akan menghantui hari-harimu lagi, takut engkau patah semangat dalam menggapai cita-citamu yang tinggal secuil lagi, takut air mata dari mata indahmu kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=31&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2 hari telah berlalu, masih teringat terakhir kumelambaikan tangan kearahmu dibalik pintu ruang keberangkatan Adi Sucipto. kumelangkahkan kakiku dengan penuh kesedihan, berusaha terlihat tegar dihadapanmu walau sungguh terasa amat berat meninggalkanmu, takut kesepian akan menghantui hari-harimu lagi, takut engkau patah semangat dalam menggapai cita-citamu yang tinggal secuil lagi, takut air mata dari mata indahmu kembali menetes dipipimu, takut dan takut&#8230; ????</p>
<p>Entahlah  tapi yakinlah, cinta dan sayangku akan selalu bersamamu, bibir ini takkan berhenti mengucap doa memohon kebaikanmu, kebaikan kita, kebaikan keluarga kita.</p>
<p>Kekasihku, malam ini kutak bisa tidur padahal mata sudah terkantuk kantuk <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Kerinduan muncul seketika, tapi kutak ingin mengganggumu, ku ingin membiarknmu lepas, kuingin engkau produktif lagi, kuingin engkau seperti dulu, wanita cerdas yang selalu punya ide, selalu punya semangat untuk maju walau dilubuk hati ini kumerasa ada sesuatu yg hilang dengan kesibukanmu itu.</p>
<p>Tidak akan kubiarkan prsaan ini membuatku mematahkan semangatmu. Kekasihku, aku belum punya kesempatan tuk meraih cita-citaku, tapi tidak denganmu. Engkau harus meraih cita-citamu, dengan cintaku dan ridhoNya, kuakan selalu mendukungmu, insya Allah sbntr lagi akan kau capai..</p>
<p>Tetap Istiqomah dalam iman, ilmu, amal dan perjuanganmu. Allahu akbar !!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=31&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2009/03/07/harapan-seorang-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIDUP SEDERHANA SEBAGAI PILIHAN</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2008/08/12/hidup-sederhana-sebagai-pilihan/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2008/08/12/hidup-sederhana-sebagai-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 23:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Wilfried Hoffman,[1] Duta Besar (Dubes) Jerman antara 1987-1994 di dua negara Arab, Aljazair dan Maroko, bercerita bahwa istrinya merasa “malu” setiap kali menghadiri acara pesta kalangan diplomat atau para pejabat di kedua negara itu. Pasalnya, istri Pak Hoffman tidak memiliki perhiasan dan baju yang gemerlap, mahal dan mewah seperti yang biasa dikenakan para ibu-ibu pejabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=28&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wilfried Hoffman,[1] Duta Besar (Dubes) Jerman antara 1987-1994 di dua negara Arab, Aljazair dan Maroko, bercerita bahwa istrinya merasa “malu” setiap kali menghadiri acara pesta kalangan diplomat atau para pejabat di kedua negara itu. Pasalnya, istri Pak Hoffman tidak memiliki perhiasan dan baju yang gemerlap, mahal dan mewah seperti yang biasa dikenakan para ibu-ibu pejabat negara-negara Arab. Kisah kecil yang dituturkan Wilfried Hoffman—yang juga Diektur Informasi NATO yang berpusat di Brussels– di atas menggambarkan fenomena yang terasa ironis dan paradoks: seorang Dubes atau diplomat dari negara maju dan kaya yang hidup sederhana, dan di sisi lain, para Dubes/diplomat dari negara miskin yg hidup mewah dan glamor. Hidup mewah di kalangan pejabat, memang tidak hanya terwakili oleh negara-negara Arab saja, tetapi hampir bisa dilihat menjadi fenomena umum di seluruh negara-negara berkembang yang miskin, tak terkecuali Indonesia. Kenapa ini terjadi? Ada beberapa faktor yg memotivasi hal ini: Pertama, faktor mental kuli. Negara-negara berkembang rata-rata baru 5 – 6 dekade menikmati kemerdekaan dari penjajah bule (plus Jepang bagi Indonesia). Mental dari anak jajahan yang paling kental adalah perasaan minder (inferiority complex) yang ekstrim yg untuk menutupinya adalah dengan cara hidup mewah dan berkesan kaya raya seperti gaya para penjajah itu; tak peduli apakah kemewahan itu didapat dari pendapatan yang halal atau haram.<br />
Kedua, mismanajemen negara. Karena baru bisa mendapat kesempatan mengatur negara sendiri, maka kemampuan mengorganisir juga kurang. Keluar masuk uang negara juga kurang terdeteksi. Dan KKN juga menjadi hal yang dianggap wajar dan malah terkadang “membanggakan”. Sama dengan pelacur yang “bangga” dengan profesinya karena. telah berhasil mengangkat taraf hidup layak keluarganya.<br />
<span id="more-28"></span><br />
Fenomena ini semakin diperparah dengan ketidakkritisan masyarakat pada praktik korupsi yang dilakukan pejabat. Sering kita melihat seorang pejabat yang dielu-elukan tokoh masyarakat tertentu (Kyai atau pemilik yayasan pendidikan) karena telah membantu pembangunan gedung-gedung institusi miliknya, tanpa mencari tahu lebih dahulu dari mana uang bantuan itu berasal. Hal ini selain akan mempermalukan sang tokoh masyarakat itu sendiri, juga—yang lebih parah—akan semakin memotivasi sang koruptor untuk melakukan praktik KKN-nya sudah “direstui” walaupun secara tidak langsung. Ketiga, rata-rata para calon pejabat, termasuk kita-kita para generasi muda ini, berasal dari keluarga miskin. Hidup miskin itu tidak enak, dan jarang orang yang bisa “menikmati”-nya. Ciri khas orang miskin umumnya selalu bermimpi jadi kaya dengan segala kemewahan yang ada di dalamnya. Karena itu, ketika mendapat kesempatan menjabat posisi basah, kita jadi ibarat singa lapar. Lapar memenuhi mimpi-mimpi waktu muda dengan segala cara. Seperti ketika kita berpuasa dan makan sepuas-puasnya ketika waktu berbuka sudah tiba. Sekarang mari kita kembali pada Dubes Wilfred Hoffman. Dia dubes negara maju, gajinya pasti besar.[2] Tapi kenapa dia hidup sederhana? Apakah dia tidak punya duit untuk menyenangkan istrinya? Atau apakah dia terlalu pelit untuk hidup mewah dan glamor? Jawabnya jelas, tidak. Dia hidup sederhana bukan karena tidak punya uang untuk hidup mewah. Tapi karena ia memang “sengaja memilih untuk hidup sederhana”. Jadi hidup sederhana sebagai pilihan yg membanggakan, bukan sebagai keterpaksaan. Dan mereka bangga dg kesederhanaan itu! Banyak kalangan orang-orang di negara maju (pejabat maupun pebisnis) yg memilih hidup sederhana, karena. mereka merasa hidupnya menjadi lebih bermakna dan bermanfaat: kelebihan uang mereka disalurkan untuk yayasan-yayasan anak-anak yatim, mengambil anak asuh, yayasan pemberi beasiswa pada mahasiswa internasional, untuk orang-orang miskin di negara-negara berkembang, untuk berbagai penelitian keilmuan, dan lain-lain..<br />
Salah satu contohnya yang paling monumental adalah Albert Nobel. Inventor (penemu) dan pemilik lebih dari 300 hak paten berbagai penemuan teknologi baru. Dia milyarder yang hidup sederhana dan memiliki komitmen tinggi terhadap keilmuan dan kemanusiaan. Ketika meninggal, tak sepeserpun hartanya dia wariskan ke anaknya. Sebaliknya, ia tumpahkan seluruh harta kekayaannya untuk Nobel Foundation, pemberi hadiah Nobel untuk para ilmuwan dunia yang berhasil meraih prestasi gemilang di bidang masing-masing. Albert Nobel sudah meninggal puluhan tahun lalu, tapi namanya selalu dikenang di seluruh dunia sampai sekarang. Kuncinya, karena ia memilih hidup sederhana, kendati ia lebih dari mampu untuk membeli kemewahan apapun yang menjadi impian banyak orang.<br />
Menyebut pengusaha kaya raya yang hidup sederhana mengharuskan saya untuk sedikit membeberkan profil seorang milyarder Muslim asal India bernama Azim Premji.[3] Pengusaha teknologi informasi ini selama tiga tahun berturut-turut menempati posisi nomor 30 sebagai pengusaha terkaya dunia versi majalah bisnis Amerika, Forbes. Hartanya menurut laporan majalah Forbes edisi 2007 diperkirakan sebanyak U$D 30 milyar atau sekitar Rp. 300 milyar. Ini hanya kekayaan pribadinya, tidak termasuk omset perusahaan.<br />
Apabila simbol kemewahan biasanya ditandai dengan rumah mewah berharga milyaran, mobil Mercedes Benz (Mercy), BMW, atau Lexus keluaran terbaru (kalau perlu memiliki pesawat jet pribadi seperti sebagian pengusaha Indonesia) dan baju merk terkenal, maka kita akan terkejut ketika bertemu Azim Premji. Mobil satu-satunya “hanya” sedan Ford Escort yang di India berharga tidak sampai 100 juta rupiah, mengenakan baju tanpa merk yang dijahit penjahit biasa dan rumah yang tidak layak masuk koran.<br />
Azim Premji tidak hidup di zaman dahulu kala. Dia masih segar bugar sampai saat ini di usia 65-an. Azim juga bukan seorang sufi. Dia pebisnis ulung yang dihormati banyak pengusaha kelas dunia lain karena kejujuran dan integritas pribadinya.<br />
Apa yang membuat Azim Premji “kuat” untuk tidak hidup mewah di tengah bergelimangnya harta yang melimpah adalah pemahamannya yang mendalam akan esensi atau hakikat hidup di dunia yaitu kerja keras[4], disiplin dan kepedulian untuk membantu sesama yang membutuhkan.[5] Harta yang banyak bagi dia hanyalah buah dari kerja kerasnya; bukan tujuan itu sendiri.Dengan demikian, kemewahan atau hidup bersenang-senang tidak ada dalam agenda hidupnya. Selain itu, hidup mewah adalah identik dengan ketamakan yang sangat berlawanan dengan prinsip kepedulian sosial itu sendiri.[6]<br />
Tulisan ini saya persembahkan buat siapa saja yang membaca tulisan ini termasuk di dalamnya kalangan ulama (kyai), birokrat, pengusaha dan generasi muda seperti saya yang mungkin pada sepuluh tahun mendatang sudah menduduki berbagai posisi di pemerintahan atau menjadi pebisnis besar. Kalau kita beruntung secara materi, pilihlah hidup sederhana dan bangga dg kesederhanaan itu. Kalau kita kurang beruntung, mari sama-sama bekerja keras untuk menuju hidup yang lebih baik secara materi dan pola pikir (mindset).<br />
Jadi, tulisan saya di atas hendaknya tidak disalahpahami secara sempit. Saya bukan mengajak Anda untuk hidup miskin seperti anjuran sebagian tokoh sufi. Sebaliknya, saya malah mengajak Anda untuk berusaha sekeras mungkin untuk menjadi kaya (dg cara yg halal tentunya), tapi tetap menjaga dan memelihara gaya hidup sederhana, bermartabat dan peduli pada yg membutuhkan bantuan kita.[]<br />
——————-<br />
CATATAN KAKI:<br />
[1] Setelah membaca dan meneliti dengan seksama kandungan Al Quran, Hoffman dan istrinya akhirnya masuk Islam pada tahun 1980 dan berganti nama menjadi Murad Wilfried Hoffman. Sampai saat ini Hoffman telah menulis 10 buku berkaitan dengan Islam, yang terkenal antara lain Journey to Islam: Diary of a German Diplomat dan Religion on the Rise &#8211; Islam in the Third Millennium..<br />
[2] Sekedar perbandingan, gaji diplomat Indonesia saja berkisar antara USD 3,000 – 8,000 atau sekitar Rp. 30 juta – 80 juta/bulan (tergantung senioritas jabatan).<br />
[3] Profil Azim Premji lebih detail lihat di website saya www.fatihsyuhud.com<br />
[4] Dalam setiap kesempatan saya selalu tekankan bahwa esensi ayat dalam Al Quran surah Al Jum’ah 62:9-10 adalah perintah bekerja keras dan tidak bermalas-malasan yang kalau dilaksanakan dengan benar akan menjadikan umat Islam sebagai umat yang paling rajin bekerja. Dalam agama lain seperti Yahudi dan Kristen, masing-masing harus libur pada hari besar mereka yaitu hari Sabtu dan Minggu. Dalam Islam, bahkan hari Jum’at pun umat Islam masih diperintahkan untuk bekerja, kendatipun di situ diingatkan untuk tidak melupakan salat Jum’at. Konsekuensi dari kerja keras adalah keberhasilan secara materi. Dengan kata lain, apabila ini dilakukan, umat Islam akan menjadi umat yang secara umum paling berhasil dari sisi materi. Apabila fakta menunjukkan sebaliknya, maka itu artinya kita belum memenuhi standar kerja keras seperti yang digariskan Islam.<br />
[5] Salat lima waktu dan berzakat yang menjadi pilar pokok (rukun) Islam (QS Maryam 19: 31) adalah esensi pelajaran disiplin di satu sisi dan kerja kerjas serta kepedulian sosial di sisi lain yang kalau dilaksanakan dengan penuh komitmen akan menjadikan seorang Muslim sebagai individu ideal yang membawa rahmat di berbagai bidang kehidupan (QS Al Anbiya` 21:107).<br />
[6] QS Al Muddatsir 74:12-16).</p>
<p>Oleh A. Fatih Syuhud<br />
Website: www.fatihsyuhud.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/padaidi.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/padaidi.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=28&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2008/08/12/hidup-sederhana-sebagai-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>QALBU MENGERAS KARENA JAUH DARI ALLAH</title>
		<link>http://padaidi.wordpress.com/2008/03/14/qalbu-mengeras-karena-jauh-dari-allah/</link>
		<comments>http://padaidi.wordpress.com/2008/03/14/qalbu-mengeras-karena-jauh-dari-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 06:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gav</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padaidi.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Imam Ibnul Qayyim “Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS.Az-Zumar: 22) Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=23&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Imam Ibnul Qayyim</p>
<p><p style="text-align:center;">“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.”<br />
(QS.Az-Zumar: 22) </p>
<p>Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan. </p>
<p>Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.<br />
Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya. Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya. Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah. Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya. Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya. Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya qalbu karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dzikir. Maka jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat. Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana. </p>
<p><span id="more-23"></span></p>
<p>Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang mencintai dunia kecuali seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).<br />
Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.<br />
Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berdzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.<br />
(diterjemahkan dan diringkas dari kitab Al Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah hal 111-112) </p>
<p>NODA NODA DOSA </p>
<p>Perbuatan dosa dan maksiat pasti mendatangkan mudharat (kerugian/kejelekan) meskipun antara satu dosa dengan yang lain berbeda-beda tingkat mudharatnya. Tidaklah ada kejelekan di dunia dan akhirat kecuali pasti disebabkan dosa dan maksiat.<br />
Apa yang menyebabkan diusirnya Iblis dari surga dan diputuskan untuk menjadi makhluk yang sengsara selama-lamanya? Apa yang menyebabkan tenggelamnya manusia di masa Nabi Nuh? Apa yang menyebabkan terhempasnya kaum ‘Aad oleh angin yang begitu dahsyat? Apa yang menyebabkan kaum Nabi Luth dibalik bersama buminya sehingga yang bawah menjadi di atas dan yang atas menjadi di bawah? Apa yang menyebabkan Fir’aun bersama bala tentaranya tenggelam di tengah lautan? Apa yang menyebabkan Qarun tengelam ke dalam bumi bersama harta kekayaannya? Apa yang menjadikan sekelompok orang Yahudi diubah bentuknya menjadi babi dan kera? Apa yang menyebabkan semua itu kalau bukan dosa dan maksiat?<br />
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:<br />
“Telah nampak kerusakan di darat dan lautan dengan sebab apa yang dilakukan oleh tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.&#8221; (QS.Ar-Rum: 41)<br />
Abdullah bin Umar bin Khatthab mengatakan: “Aku adalah yang kesepuluh dari sepuluh orang muhajirin yang berada di sisi Nabi maka beliau menghadapkan wajahnya kepada kami kemudian mengatakan: ‘Wahai muhajirin ada lima perkara, saya berlindung kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk kalian dapati lima perkara itu: Tidaklah muncul kekejian pada sebuah kaum dan mereka menampakkannya kecuali mereka akan diberi cobaan dengan wabah pes dan penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang yang hidup mendahului mereka. Tidaklah sebuah kaum mengurangi timbangan dan ukuran kecuali mereka akan dicoba dengan kemarau panjang, krisis bahan makanan dan kedzaliman serta kecurangan penguasa. Tidaklah sebuah kaum menahan dari pembayaran zakat dari harta mereka kecuali mereka akan dihalangi dari setetes air dari langit, kalaulah bukan karena binatang-binatang niscaya tidak akan diberi hujan. Tidaklah sebuah kaum menyelisihi janji kecuali Allah akan kuasakan kepada mereka musuh dari selain mereka sehingga musuh-musuh itu akan mengambil sebagian yang dimiliki oleh kaum itu. Dan tidaklah pimpinan-pimpinan mereka tidak mengamalkan apa yang Allah turunkan dalam kitab-Nya kecuali Allah akan menjadikan pertikaian di antara mereka sendiri. [Shahih, HR Ibnu Majah no:4019 dishahihkan oleh As Syaikh al Albani, lihat Sisilah As-Shahihah no.106-107]<br />
Demikianlah maksiat akan menimbulkan sekian banyak kejelekan sebagaimana disebutkan Ibnul Qayyim:<br />
1. Bahwasanya maksiat akan menghalangi ilmu. Karena sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Allah berikan kepada seorang hamba dan maksiat akan memadamkannya.<br />
2. Maksiat menyebabkan terhambatnya rizqi, sebagaimana takwa itu akan menyebabkan datangnya rizqi maka meninggalkan takwa akan menyebabkan kefakiran.<br />
3. Maksiat menyebabkan hati gelisah dalam berhubungan dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak ada padanya kenikmatan sama sekali. Ini tidak disadari kecuali oleh pemilik hati yang hidup. Adapun hati yang mati tidak bisa menyadarinya. Bagai mayat yang tak dapat merasakan sakit atas luka yang mengenainya.<br />
4. Maksiat menyebabkan ketidakharmonisan hubungan hamba dengan sesamanya. Lebih-lebih orang-orang yang baik, sampai sebagian pendahulu kita mengatakan: “Sungguh aku berbuat maksiat kepada Allah dan aku melihat pengaruhnya pada binatang kendaraanku dan istriku.”<br />
5. Menyebabkan sulitnya segala urusan, sehingga ia tidak menuju sebuah urusan kecuali ia dapati dalam keadaan buntu.<br />
6. Maksiat menyebabkan terhambatnya ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.<br />
7. Maksiat menyebabkan lemah qalbu dan jasmaninya, karena kekuatan jasmani itu berasal dari batin maka tatkala batinnya lemah lahiriah nyapun lemah.<br />
8. Menghilangkan keberkahan umur.<br />
9. Maksiat menyebabkan kegelapan dalam hati seperti halnya ia merasakan kegelapan malam yang  pekat. </p>
<p>(Diambil dari kitab Ad-Da’u wad Dawa’u karya Ibnu Qoyyim al Jauziyyah oleh Al Ustadz Qomar Suaidi. Sumber www.asysyariah.com)</p>
<p style="text-align:center;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/padaidi.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/padaidi.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/padaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/padaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/padaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/padaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/padaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/padaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/padaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/padaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/padaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/padaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/padaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/padaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/padaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/padaidi.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=padaidi.wordpress.com&amp;blog=2817460&amp;post=23&amp;subd=padaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padaidi.wordpress.com/2008/03/14/qalbu-mengeras-karena-jauh-dari-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/558894ff24074103cdfd94b31d141c13?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gav</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
