SABAR Maret 19, 2009
Posted by Gav in Corat Coret.trackback
Ternyata bukanlah suatu hal yang mudah dalam memahami perasaan hati. Mudah tergoda oleh keadaan-keadaan yang datang. Dalam satu hari perasaan senang bisa berubah menjadi sedih kemudian senang kembali. Berbagai prasangka yang muncul dapat mengubah semuanya. Jika prasangka yang ditanamkan baik, maka baik pula apa yang dirasakan. Namun berlaku sebaliknya, jika prasangka buruk yang muncul, kegelisahan akan mewarnai hari dan kebahagiaan pun akan sirna dari hati. Semuanya tergantung bagaimana kita dapat mengatur kondisi hati khususnya emosional diri.
Jiwa yang kelihatan tenang bukan berarti dalam keadaan baik. Seperti halnya buah yang tampak cantik dan mulus, ketika dibuka dan dirasa isinya, bukan manis yang terkandung, namun asam penuh ngilu. Begitu juga dengan wajah manusia, di mana kerap disebut sebagai topeng, terkadang terlihat tersenyum manis dan lembut, namun tiada yang tahu jika hatinya menderita atau bahkan menyimpan niat jahat. Bahkan, Malaikat pencatat pun tidak pernah tahu niat atau isi hati manusia, kecuali Sang Pencipta manusia itu sendiri.
Sabar… sebuah kata sederhana namun memiliki makna yang dalam dan tidak berarti mudah. Kita sering mendengarkan orang berkata sabar ketika ditimpa musibah atau ketiak berada dalam kondisi marah, namun ternyata sabar tak hanya sebatas itu. Dalam berprasangka pun kita harus menerapkan kata sabar ini. Saat ada peristiwa yang memancing emosional, bisa karena sikap atau sifat atau bahkan kata-kata seseorang, secara sadar atau tidak akan menimbulkan persepsi yang beraneka ragam pada diri kita. Jika persepsi itu positif, senyum tulus akan tetap menghias wajah, namun jika persepsi itu negatif, kegelisahan pun menyelimuti diri. Sehingga, dalam kondisi apapun, sabarlah yang dibutuhkan.
Sikap, sifat ataupun kata-kata seseorang terkadang dapat membuat kita memutuskan harapan, dapat membuat kita berhenti bermimpi. Semua ini dapat membuat kita jatuh dengan berbagai macam dugaan hingga akhirnya kita menghadapi hari dengan wajah yang kusam dan memandang semuanya tidak dengan bijak. Di sinilah kesabaran diperlukan. Cobalah berpikir positif, cobalah memandang dari satu sudut yang berbeda, bukan dari sudut yang akan membuat kita terpuruk, tapi sudut yang dapat membangun semangat kita untuk lebih bangkit lagi.
Sikap, sifat atau kata-kata seseorang yang dapat membuat kita melayang dan bermimpi, bahkan menumbuhkan harapan yang tinggi akan sesuatu, ada baiknya dikendalikan. Tak menutup kemungkinan bahwa itu semua hanyalah sebuah kata yang terlontar hanya untuk menyenangkan kita, dalam arti tidak sebenarnya. Atau mungkin kata itu terlontar karena rasa bahagia yang sedang dia rasakan terhadap orang lain sehingga tanpa sengaja karena rasa yang bergejolak, kata-kata indah itu terucap begitu saja.
Itulah mengapa dikatakan semua tampak hanya sebuah ilusi, wajah hanya sebuah topeng, kata-kata hanya sebuah untaian. Sabar menghadapi apapun, dan ikhlas menerima apapun.
Komentar»
No comments yet — be the first.