MENDIDIK ISTRI DENGAN CINTA Maret 25, 2009
Posted by Gav in Islam.add a comment
Wuiiiiih, yang sedang senag-senangnya jadi pengantin baru. Segalanya mesra, segala indah dan segalanya membahagiakan. Cukupkah sampai di situ perjalanan rumah tangga? Tidak, minggu pertama masing-masing tabi’at belum juga diketahui. Lihat beberapa bulan demi bulan yang jika Allah Ta’ala berkehendak memeberinya umur. Akan ada yang dikecewakan, akan ada yang menyakitkan dan akan ada segala jenis persoalan.
Saatnya kembali kepada tujuan awal pernikahan. Orang akan mengatakan bahwa pernikahan adalah membentuk keluarga yang mawaddah warahmah. Tidak mudah untuk mewujudkannya memang, perlu kerja keras, perhatian dan seganap cinta yang melunakkan disetiap pertikaian yang akan melintasi. Cinta dan cinta, dalam urusan keduniaan atau bahkan urusan agamapun cinta menjadi bagian yang berperan. Tidak terkecuali seorang suami ketika menjadi seorang pemimpin bagi istrinya, yang akan menjadikan istri-istrinya patuh dan tunduk pada syari’at Islam.
Membahagiakan memang punya istri cantik, shalihah, dan mempesona dalam setiap keadaan untuk dilihat suaminya. Siapa yang mau?, tentunya para suami. Mendidik dengan cinta, tentunya bagi suami yang akan menjadikan istrinya shalihah harus memilihi segalanya untuk itu. Cinta ekstra, kesabaran ekstra, dan kedewasaan ekstra. Apa lagi yang dimaui dari suami dengan didikan yang matang darinya, maka ketundukan sang istri padanya menjadi kebanggaan tersendiri dari para suami.
Cinta ekstra
Yah cinta dan cinta, yang setiap orang mebicarakannya dari dulu hingga sekarang tak pernah basi dibicarakannya, tak terkecuali Islam agama yang sempurna dan paripurna. Jika dilandasi dengan cinta, seola segala halnya tersulap menjadi indah. Mafhumnya, jika segala halnya dilandasi cinta seperti mendidik istri contohnya, tentu hal demikian sungguh mengasyikkan. Hari-harinya dihiasi dengan kata mesra penuh dengan kesyahduan.
Sedikit berbagi pengalaman(penulis). Pernah suatu hari istri saya ngambek karena suatu masala telah terjadi, beberapa menit lamanya rayuan demi rayun gombal saya keluarkan, ternyata dengan satu cara aku berhasil menjadikan kami berdamai. Mau tahu apa itu?, dengan cara memeluknya dan mencium keningnya dengan mesra sambil berucap ‘maafkan bi ya sayank, bi amat sangat sayang Mirza’ dan akhirnya kami pun berdamai.
Kesabaran ekstra
Jika dikatakan kesabaran itu ada batasnya, menurutku adalah angapan yang salah. Bagaimanapun dan keadaan apapun kesabaran harus tetap ada. Sebulan menikah, dimungkinkan segala cela yang ada pada masing-masing pasangan satu-persatu akan terlihat. Yang semula masing-masing pasangan tentunya tidak pernah memperkirakan seperti apa bentuk cela itu. Ada sau hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang hadits itu menjelaskan bahwa jika masing-masing pasangan melihat cela maka hendaknya melihat sisi baik yang lain yang ada pada pasangan tersebut. Tidak dibenarkan kita untuk memukul rata jika cela itu kelihatannya kita akan mengatakan bahwa istri kita begini dan begitu. Tidak saudaraku.
Kedewasaan ekstra
Tuntutan pemecahan masalah diperlukan satu hal yang segalanya mendatangkan maslahat dan meminimalkan mudharat. Tidak memandang permasalahan itu dengan satu titik masalah saja. Istri mengatakan begini dan begitu, hendaknya ketika suami hendak memberi komentar atas apa yang dikemukakan istri dilakukan dengan tidak terbur-buru. Yang mana jika tidak cocok dengan pendapat suami penolakannya tidak menyakitkan bagi istri begitu juga sebaliknya. Sikap dewasa seorang suami belum tentu setiap orang langsung ada secara instan dimilikinya sekalipun ia adalah seorang da’i. Perlu keadaan dan proses yang panjang.
Hingga akhirnya belajar adalah ahal yang tepat untuk itu. dengan siapapun, sarana apapun dan kapanpun. Tidak ada alasan apapun seseorang untuk menjadikain dirinya terhambat untuk belajar. Tidak terkecuali untyk menjadi suami yang mempunya sikap dewasa yang mana para wanita(baca akhwat) mendambakannya. Yang dalam setiap halnya menjadi kelapangan dada untuk menerima dan menghadapinya (problem rumah tangga).
Kembali sebuah pengalaman pribadi : ketika saya dan istri saya dihadapkan suatu masalah perbedaan pandangan tentang FIQH sesuatu, saya dengan otoriternya mengatakan “seharusnya begini dan begitu”, istri sayapun berpendapat berbeda dan itu masuk akal juga bagi saya. Setelah beradu argumen akhirnya mereda, setelah itu istri saya berkata “bi, saya paham pendapat bi yang benar, tapi caramu itu yang salah. Coba dengarkan dulu pendapatku dengan baik kemudian baru memberikan pendapat dengan bahasa yang tidak ‘otoriter’ insya Allah aku akan ngikut”. Wah bahagia rasanya punya istri yang begitu baik dan kami bertekad entar kalau nyatu, kami akan belajar bareng-bareng mencari ridhoNya. amin
“Dari beberapa sumber dan pengalaman pribadi”
SABAR Maret 19, 2009
Posted by Gav in Corat Coret.add a comment
Ternyata bukanlah suatu hal yang mudah dalam memahami perasaan hati. Mudah tergoda oleh keadaan-keadaan yang datang. Dalam satu hari perasaan senang bisa berubah menjadi sedih kemudian senang kembali. Berbagai prasangka yang muncul dapat mengubah semuanya. Jika prasangka yang ditanamkan baik, maka baik pula apa yang dirasakan. Namun berlaku sebaliknya, jika prasangka buruk yang muncul, kegelisahan akan mewarnai hari dan kebahagiaan pun akan sirna dari hati. Semuanya tergantung bagaimana kita dapat mengatur kondisi hati khususnya emosional diri.
Jiwa yang kelihatan tenang bukan berarti dalam keadaan baik. Seperti halnya buah yang tampak cantik dan mulus, ketika dibuka dan dirasa isinya, bukan manis yang terkandung, namun asam penuh ngilu. Begitu juga dengan wajah manusia, di mana kerap disebut sebagai topeng, terkadang terlihat tersenyum manis dan lembut, namun tiada yang tahu jika hatinya menderita atau bahkan menyimpan niat jahat. Bahkan, Malaikat pencatat pun tidak pernah tahu niat atau isi hati manusia, kecuali Sang Pencipta manusia itu sendiri.
Puisi dari istriku :) Maret 18, 2009
Posted by Gav in Corat Coret.add a comment
Semalam ba’da magrib, hapeku berbunyi truz.. Ternyata istriku ngasi puisi, romantis amat yo hehe… Ni puisinya
Kubisa menjamin hati ini hanya untukmu sekarang
Teramat cinta dirimu
Tapi bagaimana kuaplikasikan cinta ini?
Bagaimana kuungkap syair cintaku lewat kata-kata
Sementara tiada kalimat yang mampu mewakili indahnya cintaku padamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki dalam hidup adalah dirimu
Tapi mengapa aku tidak bisa bersyukur?
Baik dengan kalimat yang baik, ataupun syukur dengan perbuatan
Bagaimana lagi kuungkapkan dahsyatnya gelora ini
Betapa ingin kuhabiskan waktu yang sebentar ini denganmu
Hanya denganmu, tiada yang lain
Dibalik egoisku,
Dibalik marahku,
Dibalik keras kepalaku,
Dibalik kengeyelanku
Dibalik semua hal negatif tentang diriku…
Kupunya segenap cinta dari hatiku
Yang ingin kupersembahkan hanya untukmu…
Selamanya !!!
Hari yang membosankan Maret 16, 2009
Posted by Gav in Corat Coret.add a comment
Wah senin lagi.. 2 minggu lagi.. lho??? maksute? Gajian-gajian hehehe… Jam menunjukkan pukul 09.45 WIT tapi kok nguantuk banget.. Ya iyalah secara tadi malam bobo jam 03.00 shubuh hiks
Biasanya sih jam segini ngobrol ma isteri, tapi dia lagi sibuk, terpaksa deh internetan wae, mana lemot bnget, kerjaan belum ada. LKP nya imam belum kelar, masih nunggu beberapa bank yang belum ngasi LHP nya, yah otomatis beta jadi pengangguran berat wakakakaka…
Kepikiran mau maen dota tapi komputer yang sekarang beta pake, Ya Allah sama lemotnya dengan internetnya hehe… Kemaren beta dibantai, duet ma eko vs oscar hero..Agak malu juga sih, soale dulu beta yang ngajarin awal-awal introducing warcraft buat mereka, lha sekarang perkembangnnya pesat banget, tiap hari maen sih sementara beta gak bisa hiks
Pengen pulang aja nih kalo gini, ketemu istri hahaha…
Rutinitas Harianku Maret 13, 2009
Posted by Gav in Corat Coret.add a comment
05.00 Bangun
05.30 Kemesjid Sholat Shubuh
06.30 Mandi
07.00 Kekantor
07.30 – 10.00 Internetan, Bengong wakakaka
10.00 – 11.00 Nyapa Istri.. Suit suit ![]()
11.00 Sholat Dhuha… ehm istri yg nyemangatin sih ![]()
11.15 Cetak Laporan Harian
11.15 – 12.00 Internetan meneh hahaha
12.00 – 13.00 Cari maem, kadang internetan soale nitip doank hehe
13.00 Sholat Dhuhur di Mushola kantor
13.00 – 15.00 Susun laporan yang dicetak td, lampirin nota debet bank, SSP trz ngasi si Aria
15.00 – 17.00 Internetan lagi hahahaha
17.00 Pulang pulang… absen absen
17.30 – 18.30 Nonton,kadang nelpon istri ngobatin kangen sekalian nyemangatin beliau
18.45 Ke mesjid sholat magrib+tilawah+murojaah
19.15 cari maem, klo ada nasi masak mie aj atau bikin sarden hahaha..maklum anak kost ![]()
20.00 Kemesjid Isyaan
20.30 – 22.00 Smsan ma istri, maklum malam-malam mahal nelp.. ![]()
22.00 Turuuuuu
TERUNTUK KEKASIHKU TERCINTA ERISA MIRZALINA SIREGAR Maret 13, 2009
Posted by Gav in Corat Coret.add a comment
Erisa Mirzalina Siregar
Sebuah nama yang tak pernah terbayangkan sebelumnya
Namun kini nama itu telah tertancap dalam di direlung hatiku.
Tersimpul erat didalam jiwaku
Merekat kuat dalam sukmaku.
Menggelayut hebat dalam pikiranku
Erisa Mirzalina Siregar
Seseorang yang kucintai bukan karena rupa dan fisiknya tetapi dengan hati dan ketakwaannya
Seseorang yang selalu menjadi sahabat setiaku disetiap saat.
Seseorang yang kumerasa menjadi seorang lelaki ketika berada disisinya.
Seseorang yang bukan hanya mncintaiku tapi juga menghormatiku.
Seseorang yang menempatkanku diposisi ke 3 dihatiny setelah Allah dan Rasulnya
Seseorang yang mencintaiNya lebih dari cintanya kepadaku
Gaji PNS/TNI/POLRI dan Pensiun naik 15 % euy Maret 7, 2009
Posted by Gav in Corat Coret.1 comment so far
Wah akhirnya yang ditunggu-tunggu para Pegawai Negeri Sipil/TNI/Polri dan Pensiunan seluruh indonesia keluar juga. Sebagaimana diketahui bersama, janji Presiden SBY dalam pidato Nota Keuangan bulan Agustus tahun lalu bahwa tahun 2009 pemerintah akan menaikkan gaji PNS/TNI/Polri dan Pensiun sebesar 15 %. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2009 tentang Perubahan Kesebelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota TNI, dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2009 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota POLRI dan Surat Edaran No : SE-05/PB/2009 tentang Penyesuaian Besaran Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. peraturan tersebut dapat anda donwload di situs Departemen Keuangan (www.depkeu.go.id) atau situs Direktorat Jenderal Perbendaharaan (www.perbendaharaan.go.id)
Sebagai salah satu PNS, bersyukur banget gaji naik, maklum tanggungan sudah bertambah satu hehehe… Semoga tiap tahun pemerintah bisa konsisten menaikkan gaji PNS untuk kesejahteraan PNS tapi harus dibarengi dengan kerja profesional dan bebas KKN tentunya..
Harapan Seorang Suami Maret 7, 2009
Posted by Gav in Corat Coret.add a comment
2 hari telah berlalu, masih teringat terakhir kumelambaikan tangan kearahmu dibalik pintu ruang keberangkatan Adi Sucipto. kumelangkahkan kakiku dengan penuh kesedihan, berusaha terlihat tegar dihadapanmu walau sungguh terasa amat berat meninggalkanmu, takut kesepian akan menghantui hari-harimu lagi, takut engkau patah semangat dalam menggapai cita-citamu yang tinggal secuil lagi, takut air mata dari mata indahmu kembali menetes dipipimu, takut dan takut… ????
Entahlah tapi yakinlah, cinta dan sayangku akan selalu bersamamu, bibir ini takkan berhenti mengucap doa memohon kebaikanmu, kebaikan kita, kebaikan keluarga kita.
Kekasihku, malam ini kutak bisa tidur padahal mata sudah terkantuk kantuk
Kerinduan muncul seketika, tapi kutak ingin mengganggumu, ku ingin membiarknmu lepas, kuingin engkau produktif lagi, kuingin engkau seperti dulu, wanita cerdas yang selalu punya ide, selalu punya semangat untuk maju walau dilubuk hati ini kumerasa ada sesuatu yg hilang dengan kesibukanmu itu.
Tidak akan kubiarkan prsaan ini membuatku mematahkan semangatmu. Kekasihku, aku belum punya kesempatan tuk meraih cita-citaku, tapi tidak denganmu. Engkau harus meraih cita-citamu, dengan cintaku dan ridhoNya, kuakan selalu mendukungmu, insya Allah sbntr lagi akan kau capai..
Tetap Istiqomah dalam iman, ilmu, amal dan perjuanganmu. Allahu akbar !!!
HIDUP SEDERHANA SEBAGAI PILIHAN Agustus 12, 2008
Posted by Gav in Islam.1 comment so far
Wilfried Hoffman,[1] Duta Besar (Dubes) Jerman antara 1987-1994 di dua negara Arab, Aljazair dan Maroko, bercerita bahwa istrinya merasa “malu” setiap kali menghadiri acara pesta kalangan diplomat atau para pejabat di kedua negara itu. Pasalnya, istri Pak Hoffman tidak memiliki perhiasan dan baju yang gemerlap, mahal dan mewah seperti yang biasa dikenakan para ibu-ibu pejabat negara-negara Arab. Kisah kecil yang dituturkan Wilfried Hoffman—yang juga Diektur Informasi NATO yang berpusat di Brussels– di atas menggambarkan fenomena yang terasa ironis dan paradoks: seorang Dubes atau diplomat dari negara maju dan kaya yang hidup sederhana, dan di sisi lain, para Dubes/diplomat dari negara miskin yg hidup mewah dan glamor. Hidup mewah di kalangan pejabat, memang tidak hanya terwakili oleh negara-negara Arab saja, tetapi hampir bisa dilihat menjadi fenomena umum di seluruh negara-negara berkembang yang miskin, tak terkecuali Indonesia. Kenapa ini terjadi? Ada beberapa faktor yg memotivasi hal ini: Pertama, faktor mental kuli. Negara-negara berkembang rata-rata baru 5 – 6 dekade menikmati kemerdekaan dari penjajah bule (plus Jepang bagi Indonesia). Mental dari anak jajahan yang paling kental adalah perasaan minder (inferiority complex) yang ekstrim yg untuk menutupinya adalah dengan cara hidup mewah dan berkesan kaya raya seperti gaya para penjajah itu; tak peduli apakah kemewahan itu didapat dari pendapatan yang halal atau haram.
Kedua, mismanajemen negara. Karena baru bisa mendapat kesempatan mengatur negara sendiri, maka kemampuan mengorganisir juga kurang. Keluar masuk uang negara juga kurang terdeteksi. Dan KKN juga menjadi hal yang dianggap wajar dan malah terkadang “membanggakan”. Sama dengan pelacur yang “bangga” dengan profesinya karena. telah berhasil mengangkat taraf hidup layak keluarganya.
(lagi…)
QALBU MENGERAS KARENA JAUH DARI ALLAH Maret 14, 2008
Posted by Gav in Islam.add a comment
Oleh : Imam Ibnul Qayyim
“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.”
(QS.Az-Zumar: 22)
Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.
Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.
Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya. Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya. Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah. Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya. Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya. Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya qalbu karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dzikir. Maka jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat. Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.